Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

TES KEBUGARAN JASMANI LARI 2.4 Km COOPER

Tes lari 2.4 Km yang dirancang oleh Cooper adalah salah satu bentuk tes lapangan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani seseorang. Peserta tes harus berlari secepat-cepatnya menempuh jarak 2.4 Km. Lintasan Tes 2.4Km usahakan berstruktur datar tidak bergelombang, tidak licin, tudak terlalu banyak belokan tajam. Garis start untuk mengawali tes rancanglah sedemikian rupa hingga jarak finis sama, artinya garis start sama dengan garis finis hal ini dilakukan untuk memudahkan pengetes.
Waktu tempuh yang dicapai oleh peserta tes dicatat dalam satuan menit dua angka dibelakang koma. Waktu tersebut digunakan untuk memprediksi tingkat kebugaran siswa dengan cara mengkonfirmasikan dengan table tingkat kebugaran jasmani milik Cooper.

Tes ini  dilakukan untuk kelompok umur
  1. Kelompok laki-laki dan perempuan berumur dibawah 30 tahun
  2. Kelompok laki-laki dan perempuan berumur 30 sampai dengan 39 tahun
  3. Kelompok laki-laki dan perempuan berumur 40 sampai dengan 49 tahun
  4. Kelompok laki-laki dan perempuan berumur diatas 50 tahun
Peserta yang melakukan tes harus dinyatakan sehat oleh dokter dengan mengenakan pakaian olahraga yang nyaman dan sopan. Kemudian dilakukan pencatatan tinggi badan, berat badan, dan denyut nadi. Setelah itu peserta tes berlari 2.4 Km dengan ditandai dengan aba-aba pada saat itu stopwatch dihidupkan. Setelah mencapai finis dengan kaki menginjak garis finis stopwatch dimatikan yang kemudian diukur catatan waktunya dan setelah itu ditimbang kembali berat badan, diukur tinggi badan dan denyut nadinya setelah berselang 15 menit diukur kembali denyut nadinya.
Kategori kebugaran jasmani untuk tes 2.4 Km milik Cooper dibagi menjadi lima kategori sesuai dengan kelompok umurnya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TEKNIK DASAR START JONGKOK

Start adalah suatu persiapan awal seseorang pelari akan melakukan gerakan berlari. Untuk nomor jarak pendek, start yang dipakai adalah start jongkok (Crouch Start) sedangkan untuk jarak menengah dan jauh menggunakan start berdiri (Standing Start).
Tujuan utama start dalam lari jarak pendek, lari estafet/sambung, dan lomba lari gawang adalah untuk mengoptimalisasikan pola lari percepatan. Si pelari harus dapat mengatasi kelembaman/inertia dengan menerapkan daya maksimum terhadap start block sesegera mungkin setelah tembakan pistol start atau aba-aba dari starter dan bergerak ke dalam suatu posisi optimum untuk tahap lari percepatan.

Suatu start yang baik ditandai dengan sifat-sifat berikut ini:
a.       Konsentrasi penuh dan menghilangkan semua gangguan dari luar saat dalam posisi aba-aba “Bersediaaaa”;
b.       Menyesuaikan sikap yang sesuai pada posisi aba-aba “Siaaaap”;
c.       Suatu dorongan eksplosif oleh kedua kaki terhadap tumpuan pada start block dalam suatu sudut yang optimal.

Penempatan Start Block
Ada tiga macam penempatan start block, dan penempatannya disesuaikan dengan postur tubuh, yaitu:
a.       Start pendek (short start);
b.      Start medium (medium start);
c.       Start panjang (longed start).

Aba-aba Start Lari Sprint
Dalam lari sprint seorang starter akan memberikan aba-aba : Bersediaaa, Siaaap, Yaaak atau Dooor bunyi pistol. Adapun posisi badan saat aba-aba tersebut di atas sebagai berikut:
a.       Setelah starter memberikan aba-aba "bersedia" maka pelari akan menempatkan kedua kaki dalam menyentuh block depan dan belakang; lutut kaki belakang diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit, jari-jari tangan membentuk huruf “V” terbalik, dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan pandangan mata menatap lurus ke bawah.

Posisi dari samping dan depan saat aba-aba "Bersediaaaaa"
 
b.      Setelah aba-aba "siaaap", seorang pelai akan menempatkan posisi badan sebagai berikut. Lutut ditekan ke belakang; lutut kaki ke depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku (90˚); lutut kaki belakang membentuk sudut antara 120˚ – 140˚; dan pinggang sedikit diangkat tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu sedikit lebih maju ke depan dari ke dua tangan.

Posisi dari samping saat aba-aba "Siaaap"

c.       Yaaaak (bunyi pistol) atau drive
Gerakan yang akan dilakukan pelari setelah aba-aba yaaaak/bunyi pistol adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak/menekan keras pada start-block; kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian; kaki belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki depan sedikit tidak tidak namun lama; kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan; lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan.

 Gambar dilihat dari samping pada gerakan keseluruhan


Video Teknik Dasar Start Jongkok


Sumber : Edy Purnomo. 2007. Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Diktat Metodik   Atletik.Yogyakarta: FIK UNY.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BAHAYA KEBAKARAN

Materi Penjas SMP Kelas IX Semester 1


1.  Mencegah Bahaya Kebakaran
Suatu kebakaran dapat terjadi apabila tiga unsur menyatu bersama-sama yaitu unsur zat asam, bahan mudah terbakar, dan panas. Bahaya kebakaran ini bisa terjadi di perumahan, pertokoan, pabrik bahkan di hutan.
Untuk itu, kita harus mengetahui penyebab kebakaran. Juga harus selalu bersikap hati-hati agar terhindar dari bahaya kebakaran.


Mencegah bahaya kebakaran sebaiknya dilakukan mulai dari lingkungan di dalam rumah. Setiap anggota keluarga harus mengetahui cara mencegah bahaya kebakaran. Misalnya, membiasakan untuk memeriksa kompor dan aliran listrik sebelum tidur. Pastikan pula kompor, lampu minyak atau lilin dalam keadaan tidak menyala saat akan meninggalkan rumah. Begitu pun dengan peralatan elektronik, seperti seterika, kipas angin, atau kompor listrik, jangan dibiarkan menyala atau tetap tertancap di saklar.
Musibah kebakaran kadang-kadang timbul karena kita tidak hati-hati, tidak tahu dan ceroboh ketika melakukan sesuatu. Misalnya, mengisi minyak tanah ke dalam kompor minyak yang masih menyala. Tindakan seperti ini sangat berbahaya karena jika minyak meluber, api pasti akan menyambar minyak dan kebakaran akan membesar.

Berikut beberapa hal yang dapat mecegah bahaya kebakaran:
·   Hindari meninggalkan puntung rokok disembarang tempat.
·   Jangan merokok sambil tiduran.
·   Tidak membakar sampah di sembarang tempat dan pada waktu angin kencang.
·   Pasang lilin dan lampu tempel di tempat aman.
·   Menyalakan obal nyamuk bakar di tempat aman.
·   Dilarang menyimpan benda mudah terbakar dekat sumber api.
·   Beri ventilasi udara secara cukup pada ruang dapur.
·   Bersihkan kompor minyak secara berkala.
·   Hindari mengisi minyak saat kompor menyala.
·  Minyak dalam kompor tidak terlalu luber atau jangan biarkan minyak di dalam kompor kosong.
·  Sumbu kompor tidak ada yang panjang sebelah atau ompong, karena bisa menyulut kebakaran.
·   Jangan menaruh kompor terlalu dekat ke dinding.
·  Tempatkan kompor dan tabung gas di tempat yang ventilasinya bagus dan mencukupi agar udara mudah keluar masuk, sehingga bila terjadi kebocoran, gas akan langsung terbawa angin.
·   Jangan menaruh kompor gas di sebelah kompor minyak.
·   Periksalah saluran gas dari tabung ke kompor.
·   Jangan tinggalkan kompor saat menyala.
·   Periksa instalasi listrik secara berkala.
·   Sambungan steker listrik tidak boleh menumpuk .
·   Tidak memperbesar sekering listrik tanpa seizin PLN.
·   Jangan biarkan anak kecil bermain korek api. 

·      Sediakan alat pemadam api ringan (APAR).
2.   Mengatasi Kebakaran
Kebakaran disebabkan oleh kompor
Segera padamkan dengan menggunakan karung atau kain yang telah dibasahi air. Api terdiri atas tiga unsur, yaitu unsur benda, udara, dan panas. Penggunaan kain atau karung basah bertujuan untuk menghilangkan unsur udara. Kain atau karung basah ini dapat menghambat masuknya udara sehingga api dapat segera padam. Jangan sekali-kali menyiramkan air ke atas kompor yang terbakar. Cara ini tidak akan memadamkan, namun sebaliknya, justru akan memperluas daerah yang terbakar.

Kebakaran disebabkan oleh listrik
Segera putuskan aliran listrik secepatnya dan padamkan percikan apinya. Bila api tak kunjung padam, utamakan keselamatan diri kalian. Segera menghubungi dinas pemadam kebakaran terdekat.

Kebakaran di gedung bertingkat
Ketika berada di gedung bertingkat, pastikan mengetahui posisi tangga darurat. Tangga darurat berguna sebagai jalan keluar ketika tejadi kebakaran. Karena jika terjadi kebakaran, secara otomatis lift tidak bisa digunakan. Perlu juga untuk selalu mengetahui alarm kebakaran dan alat pemadam kebakaran agar dapat segera digunakan saat terjadi kebakaran.

Membakar Hutan untuk Perluasan Lahan
Kebiasaan membuka lahan pertanian dengan membakar hutan sering dilakukan oleh sebagian masyarakat kita. Cara membuka lahan pertanian tersebut merupakan kebiasaan buruk dan berbahaya . Sering terjadi kebakaran hutan akibat pembukaan lahan pertanian yang dilakukan dengan cara membakar hutan.
Kebakaran hutan sangat merugikan kita semua karena selain hutan-hutan akan rusak juga dapat menimbulkan kabut asap. Kabut asap dapat mengganggu aktivitas transportasi dan juga menimbulkan gangguan kesehatan seperti penyakit saluran pernapasan.
Cara-cara pembukaan lahan pertanian dengan membakar hutan seharusnya sudah ditinggalkan. Cara pembukaan lahan ini banyak menimbulkan kerugiannya dibanding keuntungannya. Hukuman yang berat bagi pelaku pembakaran hutan menjadikan jera para pelakunya.


Upaya Penyelamatan Kebakaran
·  Bila menghadapi gejala akan terjadi kebakaran, berbuatlah sesuatu. Kita dapat berteriak minta pertolongan atau nyalakan alarm, sebelum api menyentyuh alat otomatis yang telah terpasang. Ingat, alarm yang paling peka adalah tubuh kita.
·    Bila terkurung asap, usahakan berjalan di bawah asap dengan merangkak. Berat jenis asap lebih ringan dari udara, sehingga asap akan memenuhi bagian atas ruangan. Jangan lupa, tutup mulut dan hidung dengan kain. Penyebab jatuhnya korban yang terbanyak adalah karena menghisap banyak asap, bukan akibat terbakar api.
·    Jangan bersembunyi di kamar mandi. Ketika kobaran api membesar dan kamar mandi kering, air akan mendidih. Banyak korban tewas ditemukan  di dalam kamar mandi atau dalam posisi berendam di dalam bak air.
·   Sebaiknya terdapat jalan alternatif di rumah yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri jika terjadi musibah kebakaran.
·    Jika mengalami luka akibat terbakar, secepatnya dinginkan dengan es atau disiram air mengalir atau air yang ditambahkan garam, sambil menunggu penanganan dari tenaga medis.

Sumber : Roji. 2006. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Olahraga SMP Kelas IX. Jakarta: Erlangga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BAHAYA SEKS BEBAS


Materi Penjas SMP Kelas VIII semester 1

Seks bebas berarti melakukan aktivitas seks dengan pasangan tanpa diikat perkawinan. Melakukan seks bebas sangat dilarang oleh agama manapun. Norma-norma di masyarakat juga menyatakan seks bebas merupakan perbuatan yang terlarang. Pasangan yang melakukan seks bebas akan mendapat sanksi, baik secara hukum negara maupun hukum masyarakat.


1.   Bagaiamana Budaya Seks Bebas Muncul?
Budaya seks bebas muncul akibat pergaulan antara pria dan wanita yang bebas. Pergaulan yang bebas antara pria dan wanita biasanya menggiring pada melakukan aktivitas seks meskipun mereka tidak terikat perkawinan. Padahal, pria dan wanita uyang belum terikat perkawinan tidak boleh melakukan aktivitas seks.
Faktor-faktor negatif seperti merebaknya informasi bertema pornografi di media massa, dan kurangnya penanaman moral agama, merupakan sebagian faktor yang menyebabkan munculnya budaya seks bebas.



2.   Apa Bahaya Seks Bebas?
Seks bebas sangat berbahaya , karena sangat bertentangan dengan norma-norma agama, masyarakat, juga negara, hamil di luar nikah, mudah tertular penyakit kelamin, dan mudah terserang penyakit menular lainnya.

Berikut beberapa resiko dari perilaku seks bebas:
a.   Hilangnya keperawanan.
Indikasi fisik yang jelas terjadi pada perempuan, yakni robeknya selaput dara.


b.   Ketagihan.
Karena sudah merasakan kenikmatan, maka mudah sekali muncul rasa ketagihan. Selalu ingin berbuat, mengulangi dan semakin susah mengendalikan diri.


c.   Kehamilan.
Perilaku seks bebas dapat mengakibatkan kehamilan padahal pasangan tersebut belum terikat secara perkawinan. Biasanya kehamilan yang disebabkan seks bebas ini merupakan kehamilan yan tidak diinginkan.


d.   Aborsi dengan segala resikonya.
Jika hubungan intim sudah berbuah kehamilan, maka biasanya pasangan tersebut akan melakukan pengguguran kandungan (aborsi). Mereka menganggap aborsi adalah jalan yang terbaik untuk menutup aib dan rasa malu terhadap masyarakat sekitar. Mereka juga belum siap untuk hidup berumah tangga. Resiko dari aborsi antara lain adalah pendarahan, infeksi, kemandulan, bahkan kematian.


e.   Penularan penyakit kelamin dan HIV/AIDS.
Penyakit kelamin ditularkan melalui hubungan seksual. Resiko tertular penyakit kelamin semaki besar ketika sering melakukan hubungan seksual secara berganti-ganti pasangan. Hubungan seksual di luar pernikahan beresiko tertular penyakit kelamin karena tidak bisa memastikan pasangannya berpenyakit atau tidak sehingga peluang untuk tertular lebih besar.  


f.     Infeksi saluran reproduksi.
Remaja perempuan yang sudah aktif secara seksual di bawah usia 20 tahun serta sering berganti-ganti pasangan cenderung mudah terkena kanker mulut rahim.


g.   Perasaan malu, bersalah, berdosa dan tidak berharga.
Mereka yang sudah terjerumus pada perilaku seks bebas biasanya selalu dirundung rasa bersalah. Perasaan malu dan bersalah semakin muncul ketika dirinya atau pasangannya diketahui hamil padahal secara resmi belum menjadi suami istri. Bukan hanya pelakunya yang mendapat aib tapi keluarga besarnya pun ikut mendapat rasa malu juga.

3.  Bagaimana Menghindari Seks Bebas?
Seks bebas sangat mudah untuk dihindari. Apabila kita telah memahami begitu berbahayanya seks bebas, maka kita akan berusaha untuk menghindarinya. Mempertebal keimanan merupakan benteng yang kokoh untuk menghindari perilaku seks bebas. Selain itu, kita juga harus membatasi pergaulan antar pria dan wanita agar tidak terlalu bebas. Biasanya dari pergaulan yang bebas ini akan menimbulkan keinginan untuk melakukan seks bebas.
Perhatian dari orang tua juga penting untuk menghindari perilaku seks bebas. Orang tua senantiasa mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus pada pergaulan yang merugikan ini.

4.  Mengapa Kita Menolak Seks Bebas?
Budaya seks bebasbukan merupakan budaya bangsa Indonesia. Perilaku seks bebas sangat bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Untuk itu, kita harus menolak budaya seks bebas, karena tidak sesuai dengan kepribadian kita.
Seks bebas banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungan. Para remaja yang menjadi korban seks bebas biasanya sering merasa bersalah. Laporan meningkatnya kehamilan di luar nikah pada para remaja sangat mencemaskan kita. Keruntuhan moral merupakan kenyataan yang ada yang harus dihadapi akibat dari budaya seks bebas ini.

Sumber : Roji. 2006. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Erlangga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BUDAYA HIDUP SEHAT


Materi Penjas SMP Kelas VII semester 1

A.    POLA MAKAN SEHAT


1)   Pengertian Makanan Sehat
Makanan yang dikategorikan sebagai makanan sehat adalah makanan yang mengandung unsur-unsur zat yang dibutuhkan tubuh dan tidak mengandung bibit penyakit atau racun. Namun, makanan yang dikategorikan sehat ini sangat berhubungan dengan sikap dan pola makan dari setiap orang. Jadi makanan yang mengandung unsur-unsur gizi harus disertai dengan upaya menjaga kebersihan dan kesehatan orang yang mau memakannya.

2)   Unsur-unsur Makanan Sehat
Kita memerlukan zat makanan yang dibutuhkan agar tubuh dapat beraktivitas dengan normal. Untuk itu, tubuh kita harus diberi makanan yang bergizi dan sehat. Unsur-unsur makanan sehat adalah makanan yang mengandung zat-zat seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, air dengan takaran yang seimbang.


3)   Manfaat Unsur-unsur Makanan
Zat-zat yang dikandung dalam makanan mempunyai fungsi atau manfaatnya tersendiri bagi tubuh kita. Zat-zat yang dibutuhkan tubuh fungsinya sebagai zat tenaga, sebagai pembangun, sebagai pengatur, dan sebagainya.
a)    Zat tenaga
Zat tenaga biasa berasal dari karbohidrat, lemak, protein. Unsur-unsur ini biasa terdapat pada nasi, jagung, daging, telur, dan lain sebagainya.
b)    Zat pembangun
Dalam makanan terdapat zat yang disebut dengan zat pembangun. Unsur-unsur makanan yang mengandung zat pembangun adalah protein, mineral, air. Unsur-unsur ini harus seimbang agar kesehatan seseorang terjaga dengan baik.
c)    Zat pengatur
Makanan yang terdapat zat pengatur adalah mineral, vitamin,dan air. Zat-zat ini mudah diperoleh dalam makanan yang kita makan.

4)   Minuman Sehat
Air minum yang sehat adalah air minum yang cukup mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh. Air minum sehat juga berarti air minum yang bebas dari bibit penyakit dan racun.
Memilih minuman memang tak lepas dari masalah selera, namun sebaiknya kita tidak melupakan segi kesehatan. Kita perlu mengetahui unsur-unsur apa saja yang terdapat dalam suatu jenis minuman. Apakah minuman itu merupakan minuman yang dibutuhkan tubuh kita atau tidak. Atau apakah minuman itu termasuk minuman yang bersih dan sehat? Berikut ini ada beberapa syarat air yang bersih dan sehat.
a)   Harus jernih tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa (asin, manis, pahit, getir) atau disebut air yang memenuhi persyaratan fisis.
b)  Tidak mengandung zat yang membahayakan kesehatan, seperti zat tembaga, zat seng, zat racun, dan alkohol. Atau disebut air yang memenuhi persyaratan khemis (kimiawi)
c) Tidak mengandung benih-benih penyakit, misalnya: penyakit typhus dan dysentri.
d)   Cukup mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh.

  
B.   GIZI SEIMBANG
Ada beberapa minuman yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita seperti air, kopi, susu, jus, dan lain sebagainya. Semua minuman bermanfaat bagi tubuh kita tetapi belum tentu semuanya dibutuhkan oleh tubuh kita. Karena itu kita perlu menjaga keseimbangan gizi. Jika tidak ada kesimbangan gizi maka zat-zat yang kelebihan akan menimbulkan penyakit baru. Misalnya, kita kita makan makanan yang bergizi tinggi tetapi tidak melakukan olahraga maka bisa mengakibatkan obesitas atau kegemukan yang berlebihan. Lalu apa yang dimaksud dengan gizi seimbang? 

Gizi seimbang adalah susunan menu seimbang yang dapat memberikan:
·      Cukup kalori/energi, guna memenuhi pengeluaran energi setiap hari.
·      Cukup protein, guna memenuhi keperluan tubuh untuk pertumbuhan.
·  Cukup lemak, guna keperluan tubuh akan asam lemak tak jenuh dan untuk menggunakan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak.
·      Cukup vitamin dan mineral.
 
Menu seimbang ini biasanya disebut sebagai hidangan 4 (empat) sehat 5 (lima) sempurna, yang terdiri atas :
·      Makanan pokok (sumber hidrat arang)
·      Lauk-pauk (sumber protein dan lemak)
·      Sayuran (vitamin dan mineral)
·      Buah-buahan (sumber vitamin)
-    Susu (sumber protein, vitamin dan mineral)


Sumber : Roji. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMP Kelas 7. Jakarta: Erlangga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Test Lari Multi Tahap (Multystage Fitness Test)

Lari bolak-balik (Shuttle Run) atau lari multitahap (multystage fitness test) digunakan untuk menilai kesegaran aerobik.


§  Perlengkapan
1)   Pita cadence untuk lari bolak-balik.
2)   Lintasan lari.
3)   Mesin pemutar kaset (tape recorder).
4)  Tempat (space) out door atau di dalam gedung mempunyai ukuran jarakyang bermarka 20 meter pada permukaan yang datar, rata dan tidak licin.
5)   Stopwatch
6)   Kerucut pembatas atau patok 4.
7)   Formulir.

§  Prosedur
1)  Pelaksanaan tesapabila dilaksanakan di luar gedung (out door), sebaiknya saat selama tes berlangsung tidak boleh lebih dari jam 11.00 WIB, karena faktor panas matahari akan berpengaruh pada hasil tes.
2)  Ceklah kecepatan mesin pemutar kaset dengan menggunakan periode kalibrasi satu menit dan sesuaikan jarak lari bilamana perlu (telah dijelaskan di dalam pita rekaman dan di dalam manual pitanya).


Kecepatan Pemutar Kaset
Periode Waktu (detik)
Jarak Lari (meter)
55
18,333
55,5
18,5
56
18,666
56,5
18,833
57
19
57,5
19.166
58
19,333
58,5
19,5
59
19,666
59,5
19,833
60
20
60,5
20,166
61
20,333
61,5
20,5
62
20,666
62,5
20,833
63
21
63,5
21,166
64
21,333
64,5
21,5

3)   Ukurlah jarak hasil cek kaset tersebut dan berilah tanda dengan pita dan pembatas jarak
4)   Jalankan pita cadencenya
5)   Instruksikan kepada testi untuk lari ke arah ujung/akhir yang berlawanan dan sentuhkan satu kaki di belakang garis batas pada saat terdengar bunyi “tuut”.  Apabila testi telah sampai sebelum bunyi “tuut”, testi harus bertumpu pada titik putar, menanti tanda bunyi kemudian lari ke arah garis yang berlawanan agar supaya dapat mencapai tepat pada saat tanda berikutnya berbunyi.
6)  Pada akhir dari tiap menit interval waktu di antara dua bunyi “tuut” makin pendek, oleh karena itu, kecepatan lari makin bertambah cepat.
7)  Testi harus dapat mencapai garis ujung pada waktu yang ditentukan dan tidak terlambat. Tekankan kepada testi agar berputar dan lari kembali, bukannya lari membuat belokan melengkung, karena akan memakan lebih banyak waktu.
8)  Tiap testi terus berlari selama mungkin sehingga testi tidak dapat lagi mengejar tanda bunyi “tuut” dari pita rekaman. Kriteria untuk menghentikan testi adalah apabila testi tertingggal tanda bunyi “tuut” dua kali lebih dari dua langkah di belakang garis ujung.

§  Penilaian
Catatlah level dan shuttle terakhir yang dapat dilakukan atau diselesaikan testi (dua kali tidak dapat menyelesaikan garis akhir lintasan saat bunyi “tuut”), kemudian konsultasikan dengan tabel  VO2Maks berikut.


Prediksi Nilai VO2Maks
Level
Shuttle
VO2Max

1
1
17.2
2
17.6
3
18.0
4
18.4
5
18.8
6
19.2
7
19.6

2
1
20.0
2
20.4
3
20.8
4
21.2
5
21.6
6
22.4
7
22.8

3
1
23.2
2
23.6
3
24.0
4
24.4
5
24.8
6
25.2
7
25.6
8
26.0

4
1
26.4
2
26.8
3
27.6
4
27.7
5
28
6
28.3
7
28.7
8
29.1
9
29.5

5
1
29.8
2
30.2
3
30.6
4
31
5
31.4
6
31.8
7
32.4
8
32.6
9
32.9

6
1
33.2
2
33.6
3
33.9
4
34.3
5
34.7
6
35
7
35.4
8
35.7
9
36
10
36.4
7
1
36.8
2
37.1
3
37.5
4
37.8
5
38.2
6
38.5
7
38.9
8
39.2
9
39.6
10
39.9

8
1
40.2
2
40.5
3
40.8
4
41.1
5
41.5
6
41.8
7
42
8
42.2
9
42.6
10
42.9
11
43.3

9
1
43.6
2
43.9
3
44.2
4
44.5
5
44.9
6
45.2
7
45.5
8
45.8
9
46.2
10
46.5
11
46.8

10
1
47.1
2
47.4
3
47.7
4
48.0
5
48.4
6
48.7
7
49
8
49.3
9
49.6
10
49.9
11
50.2

11
1
50.2
2
50.8
3
51.1
4
51.4
5
51.6
6
51.9
7
52.2
8
52.5
9
52.8
10
53.1
11
53.4
12
53.7

12
1
54
2
54.3
3
54.5
4
54.8
5
55.1
6
55.4
7
55.7
8
56
9
56.3
10
56.5
11
56.8
12
57.1

13
1
57.4
2
57.6
3
57.9
4
58.2
5
58.5
6
58.7
7
59.0
8
59.3
9
59.5
10
59.8
11
60.0
12
60.3
13
60.6

14
1
60.8
2
61.1
3
61.4
4
61.7
5
62.0
6
62.2
7
62.5
8
62.7
9
63.0
10
63.3
11
63.6
12
63.8
13
64.1

15
1
64.3
2
64.6
3
64.8
4
65.1
5
65.3
6
65.6
7
65.9
8
66.2
9
66.5
10
66.7
11
66.9
12
67.2
13
67.5


Kategori
VO2Max (ml/kg/min)
<30
31 – 39
40 – 49
Sangat Kurang
<25.0
<25.0
<25.0
Kurang
25.0 – 33.7
25.0 – 30.1
25.0 – 26.4
Sedang
33.8 – 42.5
30.2 – 39.1
26.5 – 35.4
Baik
42.6 – 51.5
39.2 – 48.0
35.5 – 45.0
Baik Sekali
51.6 +
48.1 +
45.1 +
                  Sumber : Davis Kimmet, 1986

Sumber :  
Puskesjasrek. 2000. Pedoman dan Modul Pelatihan Kesehatan Olahraga Bagi Pelatih Olahragawan Pelajar. Jakarta: Depdiknas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS